SBMPTN TPS Pemahaman Bacaan

Ringkasan Materi Tes Potensi Skolastik

Pemahaman Bacaan dan Menulis


Wacana

Menentukan kelemahan isi paragraf

SBMPTN TPS Pemahaman Bacaan. Kelemahan isi paragraf dapat diidentifikasi melalui beberapa hal, yaitu

  • Ejaan yang digunakan dalam paragraf, baik kebakuan, penggunaan istilah, maupun tata kalimatnya.
  • Kohesi dan koherensi antarkalimat dalam paragraf. Kohesi adalah kesatuan ide antarkalimat, sedangkan koherensi adalah kesinambungan antarkalimat.
  • Isi dan kejelasan informasi. Hal ini diidentifikasi setelah pembaca mengetahui jenis karangan dan tujuan penulisannya. Kejelasan informasi, seperti keaktualan, keakuratan, pentingnya informasi, dan faktual serta kelengkapan informasinya.

Menentukan penulisan judul yang tepat

Penulisan judul harus disesuaikan dengan tema karangan. Judul digunakan sebagai kepala karangan, ditulis secara jelas dan tegas. Judul karya ilmiah atau karya tulis ditulis dengan aturan sebagai berikut.

  • Semua huruf dalam judul ditulis dengan huruf kapital atau huruf pertama setiap kata dalam judul ditulis dengan huruf kapital kecuali pada depan atau kata penghubung ditulis dengan huruf kecil, seperti dalam, terhadap, pada, dengan, untuk, kepada, dan lain-lain.
  • Judul yang berupa kata ulang utuh ditulis dengan diawali huruf kapital.
  • Judul yang berupa kata ulang berimbuhan diawali dengan huruf kapital untuk kata pertama pada kata ulang. Kata keduanya tidak diawali huruf kapital.

Menentukan pesan tertulis dalam teks yang ingin disampaikan penulis

  • Sebuah paragraf terkadang juga mengandung pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Untuk menemukan pesan yang tersirat maupun tersurat dalam paragraf harus dilakukan membaca dengan saksama.
  • Pesan yang tersurat adalah pesan yang secara jelas atau eksplisit dijabarkan melalui kata-kata dalam sebuah tulisan.
  • Pesan yang tersirat adalah kebalikan dari pesan tersurat, yaitu pesan yang dengan sengaja tidak dijabarkan secar tertulis dalam sebuah teks. Jadi, pesan tersirat ini bersifat implisit atau tersembunyi, namun tetap bisa diketahui dari isi bacaan.

Melengkapi teks

Langkah-langkah dalam melengkapi teks:

  • Cermati teks dan tujuan teks.
  • Cermati isi kalimat sebelum dan sesudah bagian yang rumpang. Perhatikan pilihan kata yang digunakan.
  • Pilihlah kalimat yang bekerja sama dengan kalimat sebelum dan sesudah bagian yang rumpang.

Ejaan

Menentukan penulisan kata serapan yang tepat

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah. Kosakata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa asing mengikuti prosedur penyerapan, yaitu

  • Penyerapan secara utuh (adopsi)

Kosakata dari bahasa asing diserap ke dalam bahasa Indonesia tanpa ada perubahan sedikit pun. Contoh agama, bandar, fatal, tirai, nota, film, modern, bakso, dan lain-lain.

  • Penyerapan dengan penyesuaian (adaptasi)

Kosakata dari bahasa asing penyerapannya disesuaikan dengan lafal dan ejaan bahasa Indonesia. Contoh: calor → kalor, componen → komponen, creativity → kreativitas, standardization → standardisasi.

  • Penyerapan dengan terjemahan (translasi)

Kosakata dari bahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Contoh: masteri learning → belajar tuntas, fly pass jalan layang.

  • Penyerapan dengan kreasi

Cara ini terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yang ada pada sumbernya. Kemudian ia mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Meskipun sekilas mirip penerjemahan, cara terakhir ini memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak menuntut fisik yang mirip, yaitu misalnya dalam bahasa aslinya terdiri atas satu kata lalu dikreasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi dua kata atau lebih. Contoh: effective → berhasil guna, transparant → tembus pandang.

Menentukan kalimat yang menggunakan kata nonformal

  • Kata nonformal bisa disebut kata tidak resmi/ tidak baku. Kata tidak baku adalah kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa sudah ditentukan.
  • Kata nonformal/ tidak baku belum tentu kata yang tidak baik atau efektif karena kata yang baik adalah kata-kata yang dapat dimengerti oleh pendengarnya.

Menentukan penulisan huruf kapital yang tepat

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, penulisan huruf kapital difungsikan sebagai berikut.

  • Awal kalimat dan huruf pertama petikan langsung serta penulisan judul.

Contoh:

Peristiwa itu telah terjadi tahun lalu.

Didi bertanya, “Kapan peristiwa itu terjadi?”

Langkah-langkah Menyusun Cerpen

  • Nama diri, huruf pertama gelar kehormatan, jabatan, dan pangkat yang diikuti nama orang.

Contoh:

Isyana Hartin

Gubernur R. Atut Khosiyah

Bupati Sleman

  • Ungkapan yang berhubungan dengan keagamaan, kita suci, nama Tuhan beserta kata gantinya.

Contoh:

Alquran

Islam

hamba-Nya

Tuhan yang Maha Esa

Tuhan yang Mahabesar

  • Nama khas dalam geografi.

Contoh:

Jalan HOS Cokroaminoto

Pulau Bali

Kota Bukittinggi

Jakarta Selatan

  • Huruf pertama nama resmi badan, lembaga, dan dokumen resmi.

Contoh:

Dewan Perwakilan Daerah

Undang-undang Dasar 1945

  • Huruf pertama singkatan nama gelar dan sapaan, kata ganti orang kedua yang digunakan sebagai kata penunjuk hubungan kekerabatan.

Contoh:

Kapan Kakak akan kembali?

Prof. → profesor

S.H. → Sarjana Hukum

Menentukan penulisan bilangan yang benar

SBMPTN TPS Pemahaman Bacaan. Ketentuan penulisan angka dan lambang bilangan sebagai berikut.

  • Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.

Contoh

  1. HUT ke-17 (angka diawali dengan ke-)

2. HUT XVII (angka Romawi tanpa awalan ke-)

3. HUT ketujuh belas (huruf)

  • Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata maka dituliskan dengan huruf, kecuali dalam perincian tetap dituliskan dengan angka.

Contoh:

Amir menonton drama sebanyak tiga kali.

Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.

Ibu berbelanja 10 karung beras, 7 kardus gula pasir, dan 2 liter minyak goreng.

  • Lambang bilangan pada awal kalimat dituliskan dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.

Contoh:

Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.

Dua ratus lima puluh orang diundang dalam acara itu.

Jumlah tamu yang diundang sebanyak 250 orang.

Morfologi

Sintaksis

Contoh Soal

Results

-

HD Quiz powered by harmonic design

Contoh Soal Wacana

SBMPTN TPS Pemahaman Bacaan. Baca juga SBMPTN TPS Penalaran Umum, Kemampuan Spasial Persamaan Gambar, dan lain-lain.

Sumber sekunder: pemahaman bacaan

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top