Kebenaran Ilmu Pengetahuan

Metode Ilmiah

Kebenaran Ilmu Pengetahuan



Sumber: Dr. Alin Liana, S.Si., M.Sc., (2019), Biologi Umum (Sebuah Pengantar Ilmu Hayat), Jakarta Utara: Pustaka Media Guru.


Kebenaran Ilmu Pengetahuan

Kebenaran ilmu pengetahuan. Selain memiliki sifat tertentu, ilmu pengetahuan juga memiliki syarat kebenaran. Secara umum:

  • Relatif

Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang dinamis. Dapat mengalami kemajuan ataupun perubahan. Dari waktu ke waktu manusia selalu berusaha mengembangkan metode‐metode penelitian, yang berakibat pada perubahan‐perubahan kesimpulan penelitian sebelumnya. Kebenarannya yang selama ini kita sepakati, dapat saja berubah apabila ditemukan bukti yang lebih diterima. Contoh, pada tahun 1940‐an, George Beadle dan Edward Tatum melakukan percobaan dengan menggunakan Neurospora crassa. Dalam percobaan tersebut, mereka menyimpulkan bahwa satu gen dapat mensintesis satu enzim (One gene‐one enzyme theory). Namun demikian, puluhan tahun kemudian ditemukan bahwa gen tidak hanya mengkode protein yang berfungsi sebagai enzim saja. Dengan adanya penemuan tersebut, pendapat Beadle dan Tatum one gene‐one enzyme theory, telah dimodifikasi menjadi one gene‐one polypeptide theory.

  • Tentatif

Kebenarannya juga bisa dipengaruhi oleh waktu. Contoh: berdasarkan hasil survei, pada tahun 2000 burung Jalak bali merupakan salah satu satwa yang hampir punah. Namun, pada tahun 2010 kesimpulan tersebut sudah tidak berlaku lagi, karena burung Jalak bali telah berhasil dikonservasi di habitat aslinya.

  • Terbuka

Bersifat terbuka, dapat diketahui dan dibuktikan oleh siapa saja. Inilah pentingnya menuliskan atau melaporkan hasil penelitian, agar hasil penelitian yang ditemukan dapat dipublikasikan ke kalangan masyarakat luas.

  • Universal

Kebenaran ilmu pengetahuan berlaku secara umum, di seluruh dunia.


Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan (kerap disebut ilmu saja) atau sains (serapan dari bahasa Latin: scientia) adalah suatu usaha sistematis dengan metode ilmiah dalam pengembangan dan penataan pengetahuan yang dibuktikan dengan penjelasan dan prediksi yang teruji sebagai pemahaman manusia tentang alam semesta dan dunianya. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi, dengan kata lain ilmu terbentuk dari 3 cabang filsafat yakni ontologi, epistemologi dan aksiologi, jika ketiga cabang itu terpenuhi berarti sah dan diakui sebagai sebuah ilmu.

Ilmu alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

Baca juga Sifat Ilmu Pengetahuan, Perumusan dan Penetapan Pancasila, dan lain-lain.

Sumber sekunder: ilmu pengetahuan

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top