Biologi Umum Teori Evolusi Kimia

Konsep Hidup

Teori Evolusi Kimia



Sumber: Dr. Alin Liana, S.Si., M.Sc., (2019), Biologi Umum (Sebuah Pengantar Ilmu Hayat), Jakarta Utara: Pustaka Media Guru.


Teori evolusi kimia dikemukakan oleh Harold Urey. Ia berpendapat bahwa makhluk hidup berasal dari atmosfer, campuran antara gas CH4, H2, NH3, dan H2O yang terkena radiasi sinar kosmis akan membentuk asam amino. Terbentuknya asam amino terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan‐bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa‐senyawa organik kompleks.

Stanley Miller yang merupakan murid dari Harold Urey, mencoba mensimulasikan kondisi atmosfer purba pada skala laboratorium. Miller memasukkan gas H2, CH4, NH3, dan H2O ke dalam alat. Air dipanasi sehingga uap air bercampur dengan gas‐gas tadi. Miller menggunakan lecutan listrik bertegangan tinggi sebagai sumber energi yang bertindak sebagai halilintar, agar gas‐gas dan uap air dapat bereaksi. Reaksi yang timbul menyebabkan terbentuknya senyawa‐senyawa organik seperti asam amino, adenin, dan gula sederhana.

Hasil percobaan di atas memberi petunjuk bahwa satuan‐satuan kompleks di dalam sistem kehidupan seperti lipid, gula, asam amino, dan nukleotida dapat terbentuk di bawah kondisi abiotik. Yang menjadi masalah utama adalah belum dapat terjawabnya bagaimana mekanisme peralihan dari senyawa kompleks menjadi makhluk hidup yang paling sederhana.

Radiasi kosmik

Selain Harold Urey, ada juga ilmuwan lain yang memiliki pendapat hampir serupa, yaitu Alexander Oparin. Oparin mengemukakan bahwa makhluk hidup berasal dari lautan. Campuran gas CH4, NH3, H2,  dan CO2 yang terkena radiasi sinar kosmis akan membentuk asam amino. Menurut Oparin, di dalam atmosfer primitif bumi akan timbul reaksi‐reaksi yang menghasilkan senyawa organik dengan energi pereaksi dari radiasi sinar ultraviolet. Senyawa organik tersebut merupakan sup purba tempat kehidupan dapat dimulai. Senyawa organik akhirnya akan membentuk timbunan gumpalan. Timbunan gumpalan yang kaya akan bahan‐bahan organik membentuk timbunan jajaran molekul lipid sepanjang perbatasan gumpalan dengan media luar yang dianggap sebagai selaput sel primitif yang memberi stabilitas pada timbunan gumpalan.

Sup purba

Meskipun demikian, Oparin tetap berpendapat bahwa banyak kesulitan bagi timbunan gumpalan yang sudah terbungkus dengan selaput sel primitif tersebut untuk dapat menghasilkan organisme heterotrofik yang dapat mereplikasikan dirinya. Apalagi untuk mengambil nutrisi dari sup purba yang kaya akan bahan‐bahan organik. Selain itu, Oparin juga kesulitan dalam menjelaskan mekanisme transformasi dari molekul‐molekul protein sebagai benda tak hidup menjadi benda hidup.

Teori Urey telah teruji melalui eksperimen di laboratoriurn, sedang teori Oparin belum ada yang menguji secara eksperimental. Walaupun yang dikemukakan dalam teori itu benar, tetap saja belum dapat menjelaskan tentang asal usul kehidupan, karena kehidupan tidak sekadar menyangkut kemampuan replikasi diri sel. Kehidupan juga harus dapat dijelaskan secara filosofis, menyangkut nilai‐nilai rohani yang meliputi moral, etika, estetika, dan intelegensia.


Baca juga Ciri Makhluk Hidup, Sel Prokariotik dan Eukariotik, dan lain-lain.

Sumber sekunder: wikipedia.org

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top