Biologi Umum Sel Prokariotik dan Eukariotik

Sel

Sel Prokariotik dan Eukariotik



Sumber: Dr. Alin Liana, S.Si., M.Sc., (2019), Biologi Umum (Sebuah Pengantar Ilmu Hayat), Jakarta Utara: Pustaka Media Guru.


Setiap organisme hidup dapat merupakan organisme prokariotik atau eukariotik. Sel bakteri merupakan sel prokariotik, sedangkan sel tumbuhan dan hewan merupakan sel eukariotik. Keduanya dibedakan dengan ada atau tidaknya membran inti sel. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti sel. Materi genetiknya terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid. Tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Berbeda dengan sel prokariotik, sel eukariotik memiliki membran inti sel. Sehingga inti sel jelas terpisah dari organel‐organel lain di dalam sel. Seluruh daerah di antara inti sel (nukleus) dan membran yang membatasi sel adalah sitoplasma. Sitoplasma ini terdiri atas medium semi‐cair yang disebut sitosol. Di dalam sitosol terdapat organel‐organel yang mempunyai bentuk dan fungsi terspesialisasi, sebagian besar organel tersebut tidak dimiliki oleh sel prokariotik. Gambar 4.1 memperlihatkan perbedaan antara sel prokariotik dan eukariotik.

sel prokariotik dan eukariotik
Gambar 4.1. Perbandingan Antara Sel Prokariotik dan Eukariotik
(Sumber: http://www.informasi‐pendidikan.com)

Perbedaan

Eukariota memiliki inti sel yang mengandung DNA, sedangkan prokariotik tidak punya inti sel dan materi genetiknya tidak berada dalam membran. Karena terlalu besarnya perbedaan struktur dan genetik dari keduanya. Pada tahun 1977 Carl Woese memecah prokariota menjadi Bakteri dan Archaea (sebelumnya Eubacteria dan Archaebacteria). Dengan mengusulkan sistem tiga-domain yang terdiri dari Eukariota (atau “Eukarya”), Bacteria, dan Archaea, yang merevisi dari sistem dua kerajaan.

Genom dari prokariota berada dalam suatu kompleks DNA/protein dalam sitosol, bernama nucleoid, yang tidak memiliki membran nukleus. Prokariota pada umumnya tidak punya kompartemen membran sel seperti mitokondria dan kloroplas. Sehingga fosforilasi oksidatif dan fotosintesis terjadi di sepanjang membran plasma. Namun, prokariota memiliki struktur internal, seperti sitoskeleton. Dan khusus bakteri ordo Planctomycetes memiliki membran di sekitar nukleoid dan mempunyai organel membran sel.

Prokariota juga hanya mengandung satu lingkaran DNA kromosomal yang stabil, tersimpan dalam nukleoid. Sedangkan DNA dalam eukariota ditemukan dalam kromosom yang tertutup rapat dan terorganisasi. Beberapa eukariota memiliki struktur DNA satelit bernama plasmid. Biasanya plasmid identik dengan prokariota, dan banyak gen penting dalam prokariota tersimpan dalam plasmid.

Prokariota memiliki rasio luas permukaan terhadap isi. Sehingga memiliki tingkat metabolik yang lebih tinggi, tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dan otomatis durasi perkembangbiakan yang pendek dibanding Eukariota. Di samping itu, Sel prokariota biasanya lebih kecil daripada eukariota.

Kesamaannya, eukariota dan prokariota sama-sama mengandung struktur RNA/protein yang besar, dinamakan ribosom, yang menghasilkan protein.

Baca juga Sel Hewan dan Sel Tumbuhan, Organel Sel, dan lain-lain.

Sumber sekunder: wikipedia.org

Loading

1 thought on “Biologi Umum Sel Prokariotik dan Eukariotik”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top