Biologi Umum Makromolekul

Kimia Kehidupan

Makromolekul



Sumber: Dr. Alin Liana, S.Si., M.Sc., (2019), Biologi Umum (Sebuah Pengantar Ilmu Hayat), Jakarta Utara: Pustaka Media Guru.


makromolekul

Makromolekul adalah molekul besar yang terdiri atas molekul‐molekul penyusunnya (monomer). Makromolekul yang tergolong senyawa organik kehidupan adalah karbohidrat, lipid, protein, dan  asam nukleat. Berikut akan disajikan jenis‐jenis monomer dari makromolekul tersebut.

Tabel 2.1 Jenis‐Jenis Monomer dari Makromolekul

No.MakromolekulMonomer
1.KarbohidratMonosakarida
(Glukosa, galaktosa, fruktosa, ribosa)
2.Lipid*Asam lemak & Gliserol
3.ProteinAsam Amino
Saat ini diketahui terdapat 23 jenis asam amino proteinogenic dan lebih dari 140 jenis asam amino non‐ proteinogenic. Jenis asam amino proteinogenic ke‐21
adalah Selenocysteine, jenis ke‐22 Pyrrolisine ditemukan pada jenis Archea, dan jenis ke‐23 adalah N‐ formylmethionine
4.Asam NukleatNukleotida
(1 nukleotida terdiri atas gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen)

* Lipid bukanlah polimer, tetapi suatu makromolekul yang tersusun atas 2 molekul yang lebih kecil


Lipid

Lipid secara umum adalah ester dari asam lemak, dan berperan sebagai bahan pembangun dasar membran biologis serta penyimpanan energi (misalnya trigliserida). Sebagian besar lipid terdiri dari bagian kepala yang bersifat polar atau hidrofilik (biasanya berupa gliserol) dan bagian ekor berupa satu sampai tiga molekul asam lemak yang bersifat nonpolar atau hidrofobik. Karena kedua sifat ini, lipid disebut sebagai molekul amfifilik. Asam lemak terdiri dari rantai atom karbon tidak bercabang yang dihubungkan oleh ikatan tunggal (jenis ini disebut asam lemak jenuh) atau oleh ikatan tunggal dan ganda (jenis ini disebut asam lemak tak jenuh).

Rantai biasanya terdiri dari 14 sampai 24 kelompok karbon, dan bilangan ini selalu genap. Untuk lipid yang ada di membran biologis, kepala hidrofiliknya berasal dari salah satu dari tiga kelompok: glikolipid, yang kepalanya mengandung oligosakarida dengan 1–15 residu sakarida; fosfolipid, yang kepalanya mengandung gugus bermuatan positif yang dihubungkan ke ekor oleh gugus fosfat bermuatan negatif; atau sterol, yang kepalanya mengandung cincin steroid planar, misalnya kolesterol. Lipid lain di antaranya prostaglandin dan leukotrien yang keduanya disintesis dari asam arakidonat, salah satu jenis asam lemak.

Asam amino

Asam amino merupakan biomolekul yang mengandung gugus fungsi amina (–NH2) dan karboksil (–COOH) , ditambah rantai samping (gugus “R”) yang spesifik untuk tiap jenis asam amino. Molekul ini merupakan monomer yang jika bergabung membentuk peptida (baik oligopeptida maupun polipeptida) serta protein.

Ada 22 asam amino yang dapat menyusun protein, kelompok ini disebut asam amino proteinogenik. Di antara jumlah ini, 20 asam amino disebut sebagai asam amino standar karena disandi oleh kode genetik standar. Sedangkan dua asam amino sisanya dimasukkan ke dalam protein melalui mekanisme translasi yang spesifik dalam organisme tertentu. Selenosistein dimasukkan ke dalam beberapa protein pada kodon UGA, yang biasanya merupakan kodon akhir. Sedangkan pirolisin dimasukkan ke dalam beberapa protein pada kodon UAG, misalnya dalam beberapa organisme metanogen dalam enzim yang digunakan untuk menghasilkan metana. Selain yang digunakan dalam sintesis protein, asam amino lainnya yang penting dalam proses biologi misalnya karnitin (digunakan dalam transportasi lipid dalam sel), ornitin, GABA, dan taurin.

Baca juga Teori Abiogenesis, Teori Biogenesis, dan lain-lain.

Sumber sekunder: wikipedia.org

Loading

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top